Alur Baru Pencairan Dana

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Keuangan menjadi hal vital untuk jalannya suatu kegiatan. Tanpa adanya dana kegiatan pastilah tidak dapat berjalan secara lancar. Dalam lingkup keorganisasian kampus, Sistem pencairan dana penting diketahui untuk keberlangsungan organisasi.
Sistem pencairan dana untuk hima-unit di Fakultas Pertanian (Faperta) saat ini dinilai merumitkan. Dana kegiatan hima-unit tidak lagi berada direkening Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Dalam hal ini, fungsi BEM hanya sebagai korektor proposal. Sistem ini mulai diterapkan pada periode kepemimpinan Samsul Mashari sebagai Presiden BEM. Sistem yang sama, sudah pernah dilakukan pada tiga periode BEM sebelumnya, ketika presiden BEM Dwi Mustika.
Kembali diubahnya sistem tidak diketahui pasti. Ir. Adwi Herry K.E., MP., Pembantu Dekan II Faperta, mengatakan, sistem tersebut merupakan kebijakan dari Unsoed. ”Sistem baru ini merupakan aturan keuangan dari pihak Unsoed,” ungkap Adwi (19/9). Tidak ada yang berbeda dari sistem ini, hanya saja terdapat beberapa ketentuan baru pada penulisan proposal. Dimana letak perbedaannya pada lembar keuangan penulisan dana lebih spesifik untuk apa dana tersebut. Sehingga proposal yang kini diajukan lebih terperinci.  Pemantauan proposal pengajuan yang dilakukan oleh pihak birokrat pun lebih ketat, dimana proposal kegiatan yang akan diajukan dipantau langsung oleh pihak birokrat perkegiatannya bukan digabung menjadi satu per hima-unit. “Yang berbeda pada sistem ini adalah jika dulu pengajuan dana dapat digabung, untuk sistem yang baru pengajuan perkegiatan,“ tambahnya.
          Sistem yang berbeda ini dirasa lebih rumit karena proses pencairan dana kegiatan tidak langsung turun, ditambah dengan adanya peraturan baru mengenai pajak untuk beberapa rincian dana yang bersifat konsumtif. “Lebih rumit ya, soalnya dana cairnya lama,“ ungkap Riski Nuraeni, Bendahara Himagrotek (19/9). Hal serupa juga diamini Enik Akhiriana, Bendahara SEGA, menjelaskan, proses dan perinciaan dananya lebih rumit, “Iya lebih ribet, di proposal yang penting ada rincian dananya,” ungkapnya (20/9).
          Dalam sistem baru ini pengeluaran dana untuk bidang konsumsi dan perlengkapan dikenakan pajak dengan persentase yang berbeda-beda. Syifa Marsol, Menteri Keuangan BEM Faperta, mengatakan, “Pajak untuk setiap bidang berbeda–beda, pemotongan pajak itu tergantung persentase dari uang itu,” ungkapnya (17/9). Sebagai contoh, pemotongan pajak untuk ATK sebesar 4%. Pemotongan pajak untuk kegiatan langsung dilakukan oleh pihak Bank sebagai pajak negara.
          Meski dana untuk kegiatan dipegang oleh birokrat, tidak ada perubahan untuk fungsi BEM. Untuk BEM pun tidak ada perlakuan khusus dalam permintaan dana kegiatan, prosedur yang sama ditempuh tidak berbeda dengan hima-unit lain. BEM sendiri pun mengajukan proposal permohonan dana ke pihak Birokrat, “BEM sama dengan hima-unit tetap mengajukan proposal ke pihak PD II,” kata Syifa. (Nofi/Selpi)
Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

Orang berkomentar