Adakan Audiensi, Pemulihan Fingerprint Ditolak

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3

Menanggapi permohonan audiensi yang diajukan BEM Kema Faperta Rabu (8/11) pihak dekanat Faperta melaksanakan Audiensi terkait tuntutan pengajuakan peniadaan sanksi administrasi karena ketidakstabilan fingerprint, memperbaiki mesin fingerprint yang rusak dan masalah pelayanan publik (kampus). Audiensi dihadiri oleh ketua hima-unit, mahasiswa, dekan, para wakil dekan berserta jajarannya. Hingga akhir audiensi tidak semua tuntutan yang disampaikan diterima pihak fakultas.

Peniadaan sanksi administratif fingerprint diajukan sebagai solusi tidak maksimalnya fingerprint diungkapkan oleh Fatih Fida Ain, Menteri Adkesma BEM Kema Faperta. “Kami ajukan 5 pertemuan minggu awal sebelum UTS dipulihkan semua,” ungkapnya dalam audiensi (8/11). Imam Juliansyah Gumay selaku Wakil Presiden BEM Kema Faperta turut menyampaikan tuntutan keterbukaan pelayanan kepegawaian. “Meminta kejelasan waktu penyelesaian terkait permasalahan yang disampaikan dan keterbukaan SOP,” ungkapnya (8/11).

Menanggapi permasalahan pemulihan log absen fingerprint, Dr. Ir. Anisur Rosyad, M.S., Dekan Fakultas Pertanian mengungkapkan tidak akan memenuhi tuntutan pemulihan. ”Tidak ada kata pemulihkan, jangan sampai mahasiswa yang tidak masuk ikut dipulihkan,” tegas Anisur (8/11). Dr. Ir. Heru Adi Djatmiko, M.P., Wakil Dekan Bidang Akademik menambahkan keputusan tidak akan merugikan mahasiswa. “Saya jamin mahasiswa tidak akan dirugikan, akan kita proses dan kalian bisa tunggu hasilya,” jelasnya (8/11).

Mengenai kesalahan presensi yang tak terinput akan ditinjau kembali sebelum pencekalan UAS. “Kita cek semua, satu atau dua minggu target sebelum UAS sudah beres,” Ungkap Sri Wahyuningsih, S.P., Kepala Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Faperta (8/11). Sementara itu Heru mengakui belum maksimalnya fingerprint dikarenakan Faperta tidak memiliki center penarikan sendiri seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed, “Salah satunya tidak mempunyai center makanya bermasalah dengan penarikan data,” terangnya.

Mengenai keterbukaan Standard Operating Procedure (SOP) Anisur mengungkapkan akan menyediakan SOP terkait pelayanan di Faperta. “Nanti dibuatkan bisa liat di Bapendik,” ungkapnya. Heru turut menambahkan, “Dengan seizin dekan (red: SOP) saya upload di web,” tambahnya. Diakhir audiensi Raden Luthfi Adi Prakoso Menteri Sosial Politik BEM Kema Faperta berharap SOP dipublikasi secara keseluruhan, “Harapnya semua SOP terkait pelayanan bukan cuma surat menyurat,” (8/11). (Catur, Anggia)

Print Friendly, PDF & Email
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3

Komentar

Orang berkomentar